Friday, August 28, 2009

Mengingat lagi, Indonesia kita.

Sekedar mengingatkan kembali.... minimal buat diri saya pribadi...

tentang Negeri Indonesia saya...
mudah-mudahan negeri Anda juga....


NEGARA KESATUAN REPUBLIK INDONESIA











Indonesia adalah sebuah Negara yang berbentuk Republik dan merupakan Negara Kesatuan. Dikenal sebagai Republik Indonesia (RI) dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). Merupakan negara kepulauan terbesar di dunia, yang terletak di benua Asia, tepatnya Asia Tenggara. Terbentang di garis Khatulistiwa dan mempunyai julukan Nusantara (Nusa Antara), karena berada di antara 2 Benua (Asia, tentunya dan Australia) serta 2 Samudera (Samudera Pasifik dan Samudera Hindia).



SIMBOL NEGARA, GARUDA

Simbol Negara Indonesia adalah Burung Garuda, yang melambangkan Energi Kreatif, dengan warna Emas yang mempunyai arti Kejayaan.Bulu-bulu pada Burung Garuda melambangkan Hari Kemerdekaan Indonesia, yaitu : Bulu pada sayap berjumlah 17 helai, ekor berjumlah 8 helai, pangkal ekor berjumlah 19 helai dan bulu pada leher berjumlah 45 helai. Angka-angka tersebut membentuk susunan tanggal 17 - 8 - 1945.

Perisai pada dada Burung Garuda melambangkan Pertahanan bangsa dengan Simbol-simbol pada perisai yang menggambarkan falsafah negara, Pancasila.

Warna Merah dan Putih, melambangkan bendera, sedangkan Garis hitam tebal di tengah perisai menggambarkan garis khatulistiwa.

Pita putih yang dicengkeram kaki Sang Garuda, bertuliskan "Bhinneka Tunggal Ika", yang mempunyai arti berbeda-beda tetapi tetap satu.



FILOSOFI NEGARA, PANCASILA

 Makna Simbol dalam Perisai :

1. BINTANG
"Ketuhanan Yang Maha Esa"

2. RANTAI
"Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab"

3. POHON BERINGIN
"Persatuan Indonesia"

4. KEPALA BANTENG
"Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksanaan Dalam Permusyawaratan/ Perwakilan"

5. PADI DAN KAPAS
"Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia"



BENDERA INDONESIA

Bendera Indonesia memiliki makna filosofis.
Merah berarti berani, serta melambangkan tubuh manusia.
Putih berarti suci. serta melambangkan jiwa manusia.

Pertama kali dikibarkan pada 17 Agustus 1945, walaupun pada masa-masa kejayaan kerajaan-kerajaan di Indonesia seperti Majapahit, Kediri, Batak, dll, telah menggunakan warna Merah dan Putih sebagai panji kerajaan.

Dijahit oleh Ibu Fatmawati.



LAGU KEBANGSAAN, INDONESIA RAYA

digubah oleh WAGE RUDOLF SOEPRATMAN (1903-1938), dikumandangkan pertama kali pada Kongres Pemuda Indonesia ke-2, pada tanggal 28 Oktober 1928. Disahkan menjadi lagu kebangsaan pada tahun 1949.

Bait 1:
Indonesia tanah airku, Tanah tumpah darahku.
Disanalah aku berdiri, Jadi pandu ibuku.
Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku.
Marilah kita berseru "Indonesia bersatu."
Hiduplah tanahku, Hiduplah negriku, Bangsaku, Rakyatku, semuanya.
Bangunlah jiwanya, Bangunlah badannya Untuk Indonesia Raya.

Refrein:
Indonesia Raya, Merdeka, Merdeka
Tanahku, negriku yang kucinta. Indonesia Raya,
Merdeka, Merdeka Hiduplah Indonesia Raya.

Bait 2:
Indonesia! Tanah yang mulia, Tanah kita yang kaya.
Di sanalah aku berada Untuk slama-lamanya.
Indonesia, Tanah pusaka, Pusaka Kita semuanya.
Marilah kita mendoa, "Indonesia bahagia!"
Suburlah Tanahnya, Suburlah jiwanya, Bangsanya, Rakyatnya semuanya.
Sadarlah hatinya, Sadarlah budinya Untuk Indonesia Raya.

Refrein

Bait 3:
Indonesia! Tanah yang suci, Tanah kita yang sakti.
Disanalah aku berdiri menjaga ibu sejati.
Indonesia! Tanah berseri, Tanah yang aku sayangi.
Marilah kita berjanji: "Indonesia abadi!"
Slamatlah Rakyatnya, Slamatlah putranya,
Pulaunya, lautnya semuanya. Majulah Negrinya,
Majulah Pandunya Untuk Indonesia Raya.

Refrein 2X


namun, sampai saat ini hanya bait pertama yang dinyanyikan.


Semoga bermanfaat.


sumber:
wikipedia
ingatanku saat belajar di sekolah
berbagai sumber

Malaysia, truly Indonesia

( ...Maaf, tulisan ini, hanya diedit dan dientri ulang dari tulisan saya sebelumnya di Note FB dan Multiply...)


Heboh lagi....
Satu lagi budaya Indonesia diklaim negara jiran....
... dan kita (lagi-lagi) hanya bisa ngedumel, mengumpat, mencaci-maki.... tak lebih.....

Belum lama kita merayakan hari kemerdekaan, tari pendet muncul dalam salah satu media promosi negara jiran tersebut.
... dan kita (lagi-lagi) hanya bisa ngedumel, mengumpat, mencaci-maki.... tak lebih.....

Hmmm.....
Sekali lagi, saya hanya bisa sok tau dan berandai-andai...

Apa yang salah pada negara ini, bangsa ini, sehingga segala warisan budaya nenek moyangnya bisa seenaknya saja diambil oleh negara tetangganya sendiri... yang katanya satu rumpun... yang secara fisik mirip, walaupun gak dipungkiri, bangsa kita jauh lebih keren, lebih cantik dan lebih tampan... itu pasti!

Saya hanya mencoba (sok) introspeksi...
Seandainya, saya punya harta di pelataran rumah saya, saking banyaknya, saya gak sempet ngurusin...

Saya punya kendi gerabah yang sangat kuna dan antik, yang saking sibuknya saya, sampai lumutan gak terawat...

Saya punya kain batik yang saking banyaknya, bingung mau diapain, sehingga hanya tertumpuk dipojokan gudang....

Saya punya seperangkat gamelan, yang begitu lengkap dan bagusnya, sampai-sampai saya enggan untuk memainkannya, dan akhirnya saya gak tau lagi itu alat musik atau hanya sekedar pajangan, dan saking sibuknya saya.... seperangkat alat musik nan unik itupun hanya teronggok di pojokan garasi saya, berdebu, dipenuhi sarang laba-laba...

Saya punya sepeti penuh lakon-lakon wayang kulit, peninggalan mbah saya yang dalang tenar... tapi karena saya gak ngerti lakon wayang, ya akhirnya hanya tertumpuk bersama rongsokan barang-barang modern saya yang lain...

Sekian lama, barang-barang unik dan antik peninggalan moyang saya hanya memenuhi ruang dan pelataran rumah saya, dan saya sama sekali gak peduli... atau mungkin malah sudah ndak inget...

Sampai akhirnya.... ada seorang tetangga, yang pernah bertandang ke rumah saya hanya sekedar untuk meminta sesendok garam buat masakannya melihat barang-barang saya tersebut....
Dan tanpa sepengetahuan saya, dia mengambil barang-barang yang saya telantarkan dan merawatnya...

Saya baru nyadar, setelah saya melewati rumah tetangga saya tersebut dan melihat barang-barang bagus di halaman rumahnya.... kendi unik yang sepertinya saya kenali, telah bersih dan menjadi penghias taman, seperangkat gamelan yang kinclong berada di teras rumahnya, sedang dimainkan oleh anak-anaknya, kain batik telah menjadi pakaian keseharian istri dan anak-anaknya.... Wayang-wayang kulit telah tertata rapih di dinding rumahnya....

Sejenak saya terpana, seperti akrab dengan barang-barang tersebut.... dan sejenak kemudian saya tersadar, YA! itu kan barang-barang saya... kok bisa ada di rumah dia ya???

Wah.... sialan kowe.... MALING!!! BUANGS**T!!!
dan saya hanya bisa teriak, mencaci-maki,... tapi kemudian saya terduduk di teras rumah saya, sambil mengintip rumah tetangga saya yang begitu indah dengan barang-barang saya..... terdiam, kesal dan menyesal......

Hmmm.....
Apakah kira-kira seperti ilustrasi di atas ya? kondisi kita sekarang?

Sekarang pertanyaannya, kenapa ya kok bisa negara jiran mengambil seenaknya budaya-budaya kita?

Bagaimana kalau saya balik pertanyaannya,
Apakah kita masih peduli dengan budaya Indonesia?
Apakah kita masih mengenal budaya Indonesia?
Apakah kita masih memahami budaya Indonesia?

Siapa yang tahu, Baju Bodo itu pakaian adat mana?
Siapa yang tahu, Tongkonan itu apa? dari budaya mana?
Siapa yang tahu, Rumah LImas itu bentuknya seperti apa, dari mana?
Siapa yang tahu, Bagonjong itu apa? dari budaya mana?
Siapa yang tahu nama tarian Aceh, Tapanuli, Kalimantan, FLores, Maluku, dll???
Siapa yang tahu, tari pendet itu gerakannya seperti apa???

Anda TAHU? Hebat!!! Saya yakin, Anda sangat cinta budaya Indonesia...
Saya yakin, bila kita semua kenal budaya kita sendiri, dan terus melestarikannya, orang lain akan MALU mengakui bahwa semua ini adalah budaya mereka....

Ada beberapa hal yang menguatkan pemikiran saya....
Hampir setiap mengunjung toko buku, saya menemukan sebuah buku berjudul "Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes". Lihat dari judulnya saja, itu Indonesia banget.... sejak jaman nenek moyang Kretek udah ada, bahkan mungkin negara kita dulu dijajah salah satunya karena Kretek ini. Tapi, tahu siapa yg nulis? Mark Hanusz, seorang warga Amerika Serikat yang pernah bekerja di Indonesia hanya sekitar 2 tahun, dan sanggup melakukan penelitian dan membuat buku tentang KRETEK!!! WOWW.....

Atau buku tentang BATIK....
saya cek, ada beberapa penulis, diantaranya: Fiona G Kerlogue dengan judul bukunya: "Batik: Design, Style & History", Thames & Hudson, London, 2004. Fiona adalah seorang Doktor spesialisas batik, lulusan University of Hull Inggris, yang beberapa kali menulis tentang batik, seperti "Scattered Flowers:Batik From Jambi Sumatra (1996) dan Drawn in Wax: 200 Years of Batik Art from Indonesia in the Tropen Museum Collection (2001)."

Penulis lain tentang BATIK adalah Kangmas Rudolf G Smend, seorang Jerman yang sangat mencintai batik, dan menulis buku berjudul "Batik: From the Courts of Java and Sumatra, Rudolf G Smend Collection (Periplus 2004)".

Miris ya.....
Tapi ya itu kenyataannya....
kita anak bangsa negara Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia, makan, minum, tidur dan kentut di Indonesia, boro-boro cinta, mau tahu aja, nggak....
Baru ribut, setelah budayanya digondol maling.... dan ironisnya, hanya sekedar ikut-ikutan menghujat... padahal mungkin gak tau apa yg digondol, apa yg dicolong....

Ah.... negeriku.....

trus pasti muncul pertanyaan klise, Ah loe Den, sama aja, bisanya ngemeng doang.... lah loe sendiri bisa apa? cuma ikut2an berkoar kan?

Hmm....

Wayang Kulit

 
 
 
Wayang Kulit Purwa
dipagelarkan oleh Ki Moh. Bayu Aji Pamungkas 
pada acara Dies Natalis Universitas Indraprasta PGRI
di Taman Mini Indonesia Indah
didokumentasikan oleh Dendi Pratama 

Tari Legong

  
  
Tari Legong, 
dipagelarkan oleh mahasiswi Universitas Indraprasta PGRI
di Taman Mini Indonesia Indah
didokumentasikan oleh DendiPratama 

Bukan latah

Lewat tengah malam, menjelang sahur...

Seperti biasa, ketika badan begitu letih, mata dan otak justru tak mau terpejam...

...dan menghasilkan berjam-jam duduk disofa sambil menatap layar monitor ditemani suara tv yang sesekali dilirik visualnya...


Utak-atik semua tautan yang dibutuhkan, namun tak juga membuat mata ini terkantuk...

teringat satu blog yang pernah dibuat, dan ingin mengisinya kembali, namun terlupa kata kunci.


Alhasil, satu alamat baru tercipta... alamat blog ini.

Walaupun tak tahu pasti akan terawat dengan baik, mengingat telah memiliki blog di penyedia layanan lain dan mini serta microblog di layanan lainnya.

Tapi ya... mudah-mudahan blog yang ini juga bisa memberi kontribusi dalam bentuk lain.


Jadi.... nikmati sajalah!