Friday, August 28, 2009

Malaysia, truly Indonesia

( ...Maaf, tulisan ini, hanya diedit dan dientri ulang dari tulisan saya sebelumnya di Note FB dan Multiply...)


Heboh lagi....
Satu lagi budaya Indonesia diklaim negara jiran....
... dan kita (lagi-lagi) hanya bisa ngedumel, mengumpat, mencaci-maki.... tak lebih.....

Belum lama kita merayakan hari kemerdekaan, tari pendet muncul dalam salah satu media promosi negara jiran tersebut.
... dan kita (lagi-lagi) hanya bisa ngedumel, mengumpat, mencaci-maki.... tak lebih.....

Hmmm.....
Sekali lagi, saya hanya bisa sok tau dan berandai-andai...

Apa yang salah pada negara ini, bangsa ini, sehingga segala warisan budaya nenek moyangnya bisa seenaknya saja diambil oleh negara tetangganya sendiri... yang katanya satu rumpun... yang secara fisik mirip, walaupun gak dipungkiri, bangsa kita jauh lebih keren, lebih cantik dan lebih tampan... itu pasti!

Saya hanya mencoba (sok) introspeksi...
Seandainya, saya punya harta di pelataran rumah saya, saking banyaknya, saya gak sempet ngurusin...

Saya punya kendi gerabah yang sangat kuna dan antik, yang saking sibuknya saya, sampai lumutan gak terawat...

Saya punya kain batik yang saking banyaknya, bingung mau diapain, sehingga hanya tertumpuk dipojokan gudang....

Saya punya seperangkat gamelan, yang begitu lengkap dan bagusnya, sampai-sampai saya enggan untuk memainkannya, dan akhirnya saya gak tau lagi itu alat musik atau hanya sekedar pajangan, dan saking sibuknya saya.... seperangkat alat musik nan unik itupun hanya teronggok di pojokan garasi saya, berdebu, dipenuhi sarang laba-laba...

Saya punya sepeti penuh lakon-lakon wayang kulit, peninggalan mbah saya yang dalang tenar... tapi karena saya gak ngerti lakon wayang, ya akhirnya hanya tertumpuk bersama rongsokan barang-barang modern saya yang lain...

Sekian lama, barang-barang unik dan antik peninggalan moyang saya hanya memenuhi ruang dan pelataran rumah saya, dan saya sama sekali gak peduli... atau mungkin malah sudah ndak inget...

Sampai akhirnya.... ada seorang tetangga, yang pernah bertandang ke rumah saya hanya sekedar untuk meminta sesendok garam buat masakannya melihat barang-barang saya tersebut....
Dan tanpa sepengetahuan saya, dia mengambil barang-barang yang saya telantarkan dan merawatnya...

Saya baru nyadar, setelah saya melewati rumah tetangga saya tersebut dan melihat barang-barang bagus di halaman rumahnya.... kendi unik yang sepertinya saya kenali, telah bersih dan menjadi penghias taman, seperangkat gamelan yang kinclong berada di teras rumahnya, sedang dimainkan oleh anak-anaknya, kain batik telah menjadi pakaian keseharian istri dan anak-anaknya.... Wayang-wayang kulit telah tertata rapih di dinding rumahnya....

Sejenak saya terpana, seperti akrab dengan barang-barang tersebut.... dan sejenak kemudian saya tersadar, YA! itu kan barang-barang saya... kok bisa ada di rumah dia ya???

Wah.... sialan kowe.... MALING!!! BUANGS**T!!!
dan saya hanya bisa teriak, mencaci-maki,... tapi kemudian saya terduduk di teras rumah saya, sambil mengintip rumah tetangga saya yang begitu indah dengan barang-barang saya..... terdiam, kesal dan menyesal......

Hmmm.....
Apakah kira-kira seperti ilustrasi di atas ya? kondisi kita sekarang?

Sekarang pertanyaannya, kenapa ya kok bisa negara jiran mengambil seenaknya budaya-budaya kita?

Bagaimana kalau saya balik pertanyaannya,
Apakah kita masih peduli dengan budaya Indonesia?
Apakah kita masih mengenal budaya Indonesia?
Apakah kita masih memahami budaya Indonesia?

Siapa yang tahu, Baju Bodo itu pakaian adat mana?
Siapa yang tahu, Tongkonan itu apa? dari budaya mana?
Siapa yang tahu, Rumah LImas itu bentuknya seperti apa, dari mana?
Siapa yang tahu, Bagonjong itu apa? dari budaya mana?
Siapa yang tahu nama tarian Aceh, Tapanuli, Kalimantan, FLores, Maluku, dll???
Siapa yang tahu, tari pendet itu gerakannya seperti apa???

Anda TAHU? Hebat!!! Saya yakin, Anda sangat cinta budaya Indonesia...
Saya yakin, bila kita semua kenal budaya kita sendiri, dan terus melestarikannya, orang lain akan MALU mengakui bahwa semua ini adalah budaya mereka....

Ada beberapa hal yang menguatkan pemikiran saya....
Hampir setiap mengunjung toko buku, saya menemukan sebuah buku berjudul "Kretek: The Culture and Heritage of Indonesia’s Clove Cigarettes". Lihat dari judulnya saja, itu Indonesia banget.... sejak jaman nenek moyang Kretek udah ada, bahkan mungkin negara kita dulu dijajah salah satunya karena Kretek ini. Tapi, tahu siapa yg nulis? Mark Hanusz, seorang warga Amerika Serikat yang pernah bekerja di Indonesia hanya sekitar 2 tahun, dan sanggup melakukan penelitian dan membuat buku tentang KRETEK!!! WOWW.....

Atau buku tentang BATIK....
saya cek, ada beberapa penulis, diantaranya: Fiona G Kerlogue dengan judul bukunya: "Batik: Design, Style & History", Thames & Hudson, London, 2004. Fiona adalah seorang Doktor spesialisas batik, lulusan University of Hull Inggris, yang beberapa kali menulis tentang batik, seperti "Scattered Flowers:Batik From Jambi Sumatra (1996) dan Drawn in Wax: 200 Years of Batik Art from Indonesia in the Tropen Museum Collection (2001)."

Penulis lain tentang BATIK adalah Kangmas Rudolf G Smend, seorang Jerman yang sangat mencintai batik, dan menulis buku berjudul "Batik: From the Courts of Java and Sumatra, Rudolf G Smend Collection (Periplus 2004)".

Miris ya.....
Tapi ya itu kenyataannya....
kita anak bangsa negara Indonesia yang lahir dan besar di Indonesia, makan, minum, tidur dan kentut di Indonesia, boro-boro cinta, mau tahu aja, nggak....
Baru ribut, setelah budayanya digondol maling.... dan ironisnya, hanya sekedar ikut-ikutan menghujat... padahal mungkin gak tau apa yg digondol, apa yg dicolong....

Ah.... negeriku.....

trus pasti muncul pertanyaan klise, Ah loe Den, sama aja, bisanya ngemeng doang.... lah loe sendiri bisa apa? cuma ikut2an berkoar kan?

Hmm....

No comments:

Post a Comment